Pembekalan Bahasa dan Jiwa Entrepreneur, IBM Bekasi siap menyongsong MEA | Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi

Pembekalan Bahasa dan Jiwa Entrepreneur, IBM Bekasi siap menyongsong MEA

Jpeg

H. A. Zaenuddin S.Ag., M.Pd

H. A. Zaenuddin,S.Ag., M.Pd (Wakil Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi)

Peluang dan Tantangan

Para pemimpin asean telah bersepakat untuk membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan asia tenggara pada akhir tahun 2015 mendatang, dimaksudkan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing, penanaman modal asing di negara Asean khususnya Indonesia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Membentuk pasar tunggal yang di istilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini berarti satu negara bisa bebas tanpa bea masuk menjual barang dan jasa ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan dan lainnya, disinilah dibutuhkan skill/ keahlian, keterampilan dan bahasa.

Kemampuan berbahasa Inggris dan kesiapan mental yang ditopang dengan pendidikan yang dibutuhkan (link and match), riset yang dilakukan Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar, selain dapat menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara. Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa permintaan tenaga kerja professional akan naik 41% atau sekitar 14 juta. sementara permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 Juta, sememtara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 Juta (Sumber BBC). Tapi penelitian ini memprediksi bahwa banyak perusahaan yang akan menemukan pegawainya kurang terampil atau bahkan salah penempatan kerja karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi.

BONUS DEMOGRAFI INDONESIA

Bonus Demografi adalah bonus yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun), Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi di tahun 2020-2030, disinilah dibutuhkan kualitas sumber daya manusia. Usia produktif apabila tidak berkualitas malah akan menjadi beban negara, oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan kemampuan pendidikan dan keterampilan warganya sehingga mampu bersaing di dunia Internasional (Sumber Kompasiana).

Pada 2020-2030 jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) akan mencapai 70%, sedangkan sisanya, 30% (penduduk usia dibawah 15 tahun dan diatas 65 tahun), dari jumlahnya penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara non-produktif hanya 60 Juta. Pemerintah harus mampu menjadi agent of development dengan cara memperbaiki mutu manusia Indonesia, muli dari pendidikan, kesehatan, kemampuan komunikasi, serta penguasaan teknologi. Solusi lainnya bisa dengan memberikan keterampilan kepada tenaga kerja produktif sehingga pekerja tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri. selain itu pemerintah juga harus mampu menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan, menjaga aset-aset negara agar tidak banyak dikuasai pihak asing yang pastinya akan merugikan dari sisi peluang kerja.

Bukan hanya pemerintah, masyarakat juga harus menjadi pendukung utama pembangunan mutu manusia dengan cara menyadari pentingnya arti pendidikan, kesehatan dan aspek-aspek yang dapat mengembangkan kualitas manusia itu sendiri.

Pembangunan dilakukan pada saat manusia menjadi pelaku utama dari pembangunan itu sendiri yang diukur dari kualitas sumber daya manusia (human resource development). oleh karena itu, pembangunan manusia harus menjadi prioritas dalam pembangunan. pentingnya proyeksi penduduk sebagai prasyarat untuk merumuskan perencanaan pembangunan di masa depan secara lebih efektif dan efisien.

BAHASA DAN KEILMUAN BEKAL UTAMA MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR

Dengan semakin meng- globalnya Dunia, diakui atau tidak bahasa pengantar yang mempunyai dampak besar terhadap perekonomian dunia semakin mengerucut, yakni bahasa inggris, bahasa arab, bahasa jepang, bahasa jerman dan bahasa cina. Untuk itu generasi muda sekarang harus mempunyai bekal bahasa dan keterampilan serta ilmupengetahuan, untuk dapat bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Pada tahun akademik 2015/2016 Program Studi Sarjana S1 Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi mulai dibuka dengan berbagai program studi. Program studi ini dirancang untuk merespon tuntutan bangsa dan pasar agar lahir para usahawan muda yang handal yang mampu berjiwa mandiri dalam berkarya dan ber wirausaha secara professional dengan landasan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Jumlah wirausahwan muda saat ini dipandang masih kurang sehingga kemandirian generasi muda sebagai pondasi ekonomi bangsa dinilai masih rapuh, dengan bekal ilmu pengetahuan yang komprehensif dan implementatif dipandang mampu untuk mendorong mahasiswa untuk menjadi entrepreneur.

Utuk itu, IBM Bekasi mempunyai komitmen dan tekad bahwa bisnis merupakan jalan karir yang menjanjikan, ini akan kami mulai semenjak dalam proses pembelajaran, mahasiswa akan diajarkan untuk mendirikan dan menjalankan bisnis secara riil dengan bekal imu pengetahuan dan penguasaan Bahasa Arab dan Inggris yang telah didalami.

Program S1 Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBM Bekasi) dirancang untuk menghasilkan lulusan yang bermoral, berjiwa entrepreneur, berfikir strategis, bertindak taktis dan berkarya inovatif dengan kompetensi tersebut setiap lulusan di didik untuk:

1. Mampu melihat peluang dan memiliki keberanian untuk memulai bisnis.

2. Memiliki manajerial dan mengelola bisnis

3. Mampu berkomunikasi secara efektif dalam menjalankan bisnis, dengan penguasaan bahasa.

4. Mampu berfikir analitis untuk mengambil keputusan bisnis dan pengembangan potensi pribadi.

5. Mampu memutuskan dan berfikri strategis serta berani mengambil resiko.

6. Memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab yang besar terhadap aspek lingkungan dan etika dalam menjalankan bisnis.

KENAPA Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi ? :

1. Diselenggarakan oleh Institusi Muhammadiyah yang telah berpengalaman mengelola pendidikan sejak Tahun 1912.

2. Sumber daya pengajar yang berpengalaman dengan sponsor dan manajemen dari UHAMKA Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD)

3. Memiliki link and match dengan dunia usaha/ industri/ perusahaan sebagai tempat magang.

4. Program Penguasaan bahasa yang aplikatif (bahasa inggris dan Arab), sehingga lulusan bisa diserap dalam dunia usaha internasional.

PROGRAM PENDALAMAN BAHASA

Lulusan IBM Bekasi akan didorong untuk dapat menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris (dua Bahasa yang dapat mempunyai dampak ekonomi bagi yang menguasainya), maka di semester 1, perkuliahan direncanakan akan bekerja sama dengan pondok pesantren cabang gontor yang ada di sukabumi selama 3 bulan mahasiswa akan dibina dan dilatih untuk mahir berbahasa arab.

Di semester 2, mahasiswa akan didorong untuk menguasai bahasa inggris, maka IBM Bekasi telah berencana untuk mengadakan kerjasama dengan Trainer yang ada di Kampung Pare dan dengan kuota yang mencukupi mahasiswa akan ditempa dan dilatih selama 3 bulan di Kampung Inggris  agar mahasiswa dipandang dapat menguasai bahasa Inggris dengan aktif.

MAGANG KERJA DAN MENCIPTAKAN USAHA SENDIRI

Kurikulum dirancang secara komprehensif untuk membekali para mahasiswa untuk belajar bagaimana cara mengidentifikasi peluang pasar, strategi eksekusi, solusi inovatif, pengelolaan sumber daya perusahaan yang efisien, mitigasi resiko dan isu-isu kelayakan berdasarkan prinsip creating shared values.

Mahasiswa di tingkat 2 (dua) akan dilatih secara keilmuan dan praktek untuk memahami dunia usaha dan kerja maka kan dilakukan magang kerja sehingga mempunyai pengalaman bekerja. tapi tidak cukup hanya itu, mahasiswa didorong untuk dapat mandiri, maka diteruskan di tingkat 3 (tiga) mahasiswa secara berkelompok di dorong untuk menciptakan perusahaan/ jenis usaha dengan pendampingan dari dosen dan praktisi bisnis sehingga setelah lulus mahasiswa bisa meneruskan usaha rintisannya.

IBM Bekasi BERMITRA DENGAN PERUSAHAAN

Sebagai kampus bisnis, IBM Bekasi telah dan akan bermitra dengan perusahaan-perusahaan, terlebih Bekasi sebagai daerah industri, sehingga akan melahirkan simbiosis mutualisme, dimana perusahaan akan mendapat manfaat karena sumber daya manusia yang berkualitas telah disiapkan oleh IBMBekasi dan demikian juga IBM Bekasi mencetak SDM yang bermanfaat bagi kalangan industri.

LULUSAN IBM BEKASI GO INTERNASIONAL

Dengan Modal Pembekalan Bahasa Asing yang telah dikuasai, (Bahasa Inggris/Arab) Lulusan IBM Bekasi siap bersaing di pasar Internasional, Timur Tengah, negara-negara Asean, dan negara-negara barat yang notabene kekurangan tenaga kerja produktif, seperti jepang, Korea, Singapura, Malaysia ditahun 2020 akan kekurangan tenaga kerja karena negara-negara tersebut rasio penduduknya sekarang berbanding terbalik dengan Indonesia yang siap memetik bonus demografi. Wallahu A’lam BisShawab (mR)